Detail Berita

Waduk Pandan Duri Lombok Diresmikan Sebelum Pergantian Presiden

    • admin
    • 2018-12-28 17:49:04

    Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum segera meresmikan bendungan atau waduk Pandan Duri di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, sebelum masa kinerja Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II berakhir pada 20 Oktober.
     
    Kepala SNVT Pembangunan Bendungan Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara I, Abdul Hafiz mengungkapkan kontruksi fisik waduk yang pengerjaannya sudah dimulai sejak tahun 2011 sudah diselesaikan, dan akan memasuki tahapan impounding atau pengisian awal.
     
    "Progresnya sudah 98%, memang belum 100% karena masih tahap pengisian awal. Kami targetkan dalam waktun 1 tahun waduk ini sudah bisa terisi penuh. Rencananya Pak Menteri PU (Djoko Kirmanto) akan meresmikan waduk ini pada 14 Oktober," kata Hafiz kepada Bisnis, Rabu (8/10/2014).
     
    Menurutnya, untuk pembangunan waduk ini, pemerintah telah mengalokasikan anggaran Rp513 miliar dengan pola anggaran tahun jamak (multiyears).
     
    Adapun, proses pengerjaanya terbagi menjadi beberapa bagian yang meliputi pembangunan bendungan utama (maindam),bendungan pengelak (coverdam), bendungan penutup (sadeldam), pelimpah (spillway) dan bangunan pelengkap lainnya.
     
    "Setelah proses impounding selesai, masih ada item-item lainnya yang masih harus dikerjakan, misalnya pipa pengolahan," ujarnya.
     
    Berdasarkan penjelasannya, tujuan pembangunan mega proyek waduk Pandan Duri ini adalah untuk mengatasi kekeringan air di Pulau Lombok melalui system suplesi high level divertion (HLD).
     
    Selain itu, pembangunan bendungan Pandan Duri nantinya akan dimanfaatkan untuk penyediaan air untuk lahan irogasi yang ada secara kontinyu untuk melayani areal daeah dengan luas total 5.168 hektare.
     
    Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto mengatakan bahwa penyelesaian Waduk Pandan Duri ini merupakan salah satu proyek yang dijanjikan bisa dituntaskan sebelum masa jabatannya di KIB II berakhir.